ga masalah punya anak atau tidak.. aku punya ponakan masih kecil dll yg juga punya masa depan.. saat ini keluarga sudah 2 meninggal. keluargamu? ibarat liur anjing najis, bisa dicuci, corona masih bisa dicegah jika kita mau. be realistic, bukan pake perasaan. be proactive not reactive.
Kawan2ku yang cerdas-cerdas pada terasa parno berlebihan dengan pandemi ini. Biasanya intelek, tapi komentar di media sosial menjadi semakin tidak rasional instrumental, dan terlalu berandai-andai.
orang cerdas bukan tuhan. mereka bisa lemah juga. empati tidak harus dg meratap, semua orang pasti mati. parno itu manusiawi, bingung itu biasa, tapi sayangnya tidak membantu. itulah untungnya di kehidupan sosial, saling menguatkan dan mengingatkan. tidak malah berlomba siapa paling malang..
aku concern (bukan parno) sejak lama, menggeluti driver factors of EIDs and zoonosis, lalu memutuskan tdk punya anak dan mensyaratkan partner vasektomi atau no sex. jadi kekhawatiranku sudah muncul duluan ketimbang org2 cerdas ini, mgkn krn aku lebih ..... cerdas.................... dan aku memilih proactive
Kalau udah berkeluarga dan punya anak, pasti aku dikuasai kebingungan yang sama dengan kebanyakan orang.
Biasanya intelek, tapi komentar di media sosial menjadi semakin tidak rasional instrumental, dan terlalu berandai-andai.